Circle Labs Blog

Sentigram dan Kemungkinan Memenangkan Pemilu

tampilan Sentigram saat Pemilihan Umum

Survey untuk mengetahui tingkat elektabilitas pasangan calon (paslon) pada saat pemilihan umum kepala daerah sampai presiden dewasa ini semakin sering dilakukan oleh berbagai lembaga. Namun, sering kali survey yang dilakukan oleh lembaga survey konvensional tidak sampai menyentuh masyarakat di akar rumput. Sehingga perhitungannya kadang tidak bisa dijadikan patokan yang sahih.

Persoalan inilah yang kemudian coba dituntaskan oleh Muqorrobien Marufi Syihab, programer asal Yogyakarta dengan membuat sentigram, aplikasi berbasis website yang mampu mengukur sentimen netizen terhadap satu hal, salah satunya sentimen masyarakat pada salah satu pasangan calon (paslon) pada saat pemilu. Sentimen disini merupakan penilaian positif atau negatif pada suatu hal.

Meski yang diukur bukan elektabilitas secara langsung di masyarakat. Namun, aplikasi ini setidaknya mampu memetakan sentimen masyarakat terhadap paslon tertentu. Data yang diambil sentigram bersumber dari media sosial yang sering digunakan masyarakat yaitu Facebook, Twitter, Mindtalk, Kaskus, Kompas, Tribun news, youtube, dan Detik Forum secara real time.

Data dari berbagai media sosial tersebut kemudian diolah dan diklasifikasikan menggunakan Support Vector Machine (SVM) yang merupakan model pembelajaran berbasiskan algoritma associated learning, N-Gram, dan MRA. Contoh sederhananya ketika ada seseorang yang memposting, "menangkan pasangan calon A" di facebook, kalimat tersebut akan dipecah berdasarkan prosedur sistematis sesuai algoritma yang telah diprogramkan pada sentigram. Dan hasil akhirnya kalimat akan diklasifiksikan sebagai sentimen positif ataupun negatif untuk calon A.

Perhitungan pada sentigram bisa jadi memang tidak menggambarkan elektabilitas satu paslon, karena dihasilkan berdasarkan pendapat masyarakat pada media sosial. Jadi ketika salah satu paslon unggul pada sentigram bukan berarti paslon tersebut akan memenangkan pemilu. Namun, data dari dailysocial menyebutkan bahwa akurasi sentimen mencapai 75% dan mengingat jumlah pengguna media sosial di Indonesia cukup besar, sekitar 40% atau 106 juta jiwa, kiranya persentase pada sentigram dapat menjadi gambaran keberpihakan netizen pada kandidat tertentu.

- ardecandra