Circle Labs Blog

May Day dan Penggalangan Dukungan Petisi Online

may day

1 Mei atau akrab kita sebut May Day, peringatan hari buruh sedunia yang identik dengan turunnya massa di jalanan untuk menyuarakan tuntutan perbaikan kesejahteraan bagi kaum pekerja. Di beberapa negara termasuk di Indonesia, May Day biasanya diisi dengan demonstrasi di jalan protokol kota-kota besar, lingkungan gedung DPR, atau dekat dengan kantor kepala daerah. Tuntutan pun beragam dari tahun ke tahun, mulai dari permintaan kenaikan upah keja, penghentian pemutusan hubungan kerja, sampai jaminan pensiun.

Menggelar demonstrasi pada saat moment tertentu seperti May Day memang dapat mendulang massa aksi dalam jumlah yang banyak. Saat ini cara tersebut memang masih relevan dilakukan, mengingat aksi nyata hampir bisa dipastikan selalu menarik perhatian. Begitu pula dengan aksi nyata di ruang maya.

Di era informasi sekarang, ruang maya menyediakan alternatif baru dalam menyuarakan pendapat untuk menghimpun dukungan publik. Kemudahan dan jangkauan akses yang luas inilah kemudian menjadikan website sebagai salah satu media yang tidak bisa disepelekan.

Change.org, salah satu situs yang menyediakan ruang untuk membuat suatu tuntutan berbentuk petisi online. Petisi yang dibuatpun bisa menyuarakan tuntutan ringan sampai berat. Klaim pada situs ini adalah hampir setiap jam, satu petisi di Change.org meraih kemenangan. Di beberapa negara bahkan memiliki aturan khusus untuk petisi online, salah satunya di Inggris. Di sana petisi wajib dijawab pemerintah apabila telah mendapat dukungan 10.000 orang.

Sedangkan di Indonesia, saat ini memang belum ada hukum yang mengatur secara khusus tentang petisi online. Meskipun demikian bukan berarti situs macam Change.org tidak memiliki pengaruh apapun. Jumlah pengguna situs ini di Indonesia cukup besar, setidaknya ada 3,13 juta netizen Indonesia talah terdaftar.

Bahkan beberapa kali tuntutan yang dilayangkan pada situs ini telah berpengaruh nyata pada kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia. salah satunya penolakan remisi untuk koruptor pada akhir 2016, petisi oleh Dewi Anggraeni Puspitasari ini mendapat dukungan setidaknya 11.220 pendukung setelah petisinya disebarluaskan selama satu bulan melalui situs Change.org.

 

***

“Website memang medium yang unik, ia selalu memiliki kekuatan untuk menyampaikan informasi secepat-cepatnya, seluas-luasnya,” Circle Labs.