Circle Labs Blog

Hari Pendidikan Nasional, Pendidikan yang Dihadirkan Melalui E-Learning

Elearning

"Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas" menjadi tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2017 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.  Pendidikan yang merata sekaligus berkualitas tentu bukan perkara mudah untuk diwujudkan . Diperlukan perencanaan yang matang oleh instansi-instansi terkait.

 

Teknologi mulai menjadi salah satu cara yang menunjang pemerataan dan percepatan pendidikan di Indonesia. Teknologi mampu memberikan banyak pengetahuan dan informasi kepada pengguna. Dalam dunia pendidikan, salah satu teknologi informasi yang digunakan adalah E-learning.

 

E-learning atau bisa disebut juga belajar menggunakan Internet dapat diartikan sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang dilakukan melalui internet. E-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut dengan memanfaatkan teknologi yang ada untuk pendidikan. Pemanfaatan internet untuk mendistribusikan materi pembelajaran, menyediakan ruang untuk komunikasi guru dengan siswa atau siswa dengan siswa lain.  Sehingga tidak memerlukan tatap muka secara langsung di dalam kelas.

 

Universitas di Indonesia sudah banyak yang menerapkan e-learning yang digunakan dalam penyampaian materi kepada mahasiswa. Penerapan tersebut juga memerlukan infrastruktur yang menunjang seperti internet dan server yang diperlukan untuk penyimpanan.

 

Infrastruktur yang perlu biaya tidak murah menjadi tantangan bagi Pemerintah dan Instansi-instansi terkait untuk mewujudkan konsep e-learning secara merata. E-learning digunakan untuk mempermudah pembelajaran bukan mempersulit. Keseriusan Pemerintah untuk percepatan pendidikan bisa menggunakan e-learning. Namun dengan e-learning Pemerintah dan instansi-instansi terkait perlu perencanaan yang secara menyeluruh juga terkait infrakstruktur dan implmentasi e-learning di Indonesia.
 

***

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2017

"Pendidikan adalah faktor utama kemajuan suatu bangsa"

Ki Hajar Dewantara (1889-1959)